Selasa, 12 Maret 2013

Cerita Indonesia Di Warung Kopi, ll

" Memang kalau kita pikir-pikir benar juga ya, gak seharusnya kita menghujat pak Harto yang uda membawa bangsa ini menjadi besar, tapi permasalahan pak Harto selama menjabat banyak kali yang orang-orang pintar sakit hati tapi aku rasa itu hanya resiko yang harus di ambil untuk menyelamatkan banyak orang, tidak seperti sekarang yang kita rasakan bedah jauh, sekarang para koruptor mengorbankan hak masyarakat untuk  mengumpulkan harta kekayaannya pribadi dan golongannya saja " pak Salam menyambut keterangan pak Regar.
"Jadi menurut kalian ini gejalah apa atau akibat dari apa makanya sekarang ini banyak pula perampok menggunakan senjata api dan yang lebih parahnya lagi ada pula yang oknum polisi yang ikut jadi perampok...?
"Kalau menurutku itu sih hanya gejalah sosial yang efek dari modrenisasi budaya barat di tambah dengan pengaruh pergaulan bebas seperti narkoba dan lainnya !" jawab pak Tino.
"Alamak, pak Tino ini sekali ngomong bahasanya intelek kalipun, susah aku mengartikannya.
coba jelaskan pakai bahasa kita yang biasa-biasa aja lah, protes pak Salam.
"Ok begini, sekarang ini peredaran Narkoba kan sudah cukup menghawatirkan kita semua sampai anak-anak kita tiap hari harus kita perhatikan tingkah lakunya, pergaulannya dan sebagainya tidak seperti jaman kita dulu. Walaupun aparat penegak hukum seperti polisi telah berusaha dengan menggagalkan usaha penyeludupan para agen narkoba internasional yang memasukan barang haram itu ke dalam negeri banyak yang di tangkap dan dimusnakan namun perlu di catat bahwa barang haram tersebut lebih banyak lagi yang lolos tidak terjangkau oleh aparat hukum kita, contohnya begini dalam satu bulan barang yang disita oleh polisi sebanyak 1 ton tapi yang di masukan ke indonesia dari berbagai jalur mencapai 5 ton kan berarti yang lolos dari tangkapan ada 4 ton lagi dan itu lah yang di edarkan ke para pecandu narkoba di indonesia dan sebagai catatan dari yang aku baca di koran ini beberapa bulan lalu bahwa biaya untuk belanja narkoba total dari pecandu narkoba kita melebih anggaran APBN kita, itu katanya di koran ini. kalau memang benar bebarti sudah sangat serius masalah ini di dalam negeri kita,
kalau hal ini terus berlanjut coba kita bayangkan apa yang terjadi 10 tahun mendatang, bisa hancur negara kita akibat generasi muda sekarang telah rusak dan bakalan 10 tahun mendatang mereka-mereka ini yang bakal duduk memimpin negara kita. sekarang saja ada hakim yang tertangkap akibat pemakai narkoba, artis lebih banyak lagi, terus oknum TNI, oknum polisi, sampai pilot ada yang makai narkoba dan banyak pula anggota dewan yang tertangkap sedang sakau narkoba di hotel, gila kan ".
"Itu lah permasalahan kita sekarang. Seharusnya Pemerintah sudah saatnya mengambil tindakan tegas untuk hukuman yang berat seperti di Malaysia, Singapore negara tetangga kita ini setiap yang terbukti menyimpan, membawa, jenis narkoba dengan sedikit-dikitnya sekian gram maka orang tersebut divonis mati. tidak perduli siapapun orangnya, itu baru tindakan tegas jadi siapa pun yang mencoba-coba masuk ke negara itu untuk tujuan bisnis haram ini harus berpikir dan tidak berani makanya di negara tersebut kasus ini bisa di kendalikan pemerintahnya ", pak Andi menimpali tiba-tiba.Pak Andi dikenal sebagai guru dan kini telah memasuki masa pensiun.
"Jadi pak, masalah ini kan sering kita jumpai di lingkungan kita sini, kadang aku mau lapor ke polisi tapi takut, bapak kan tau kalau kita melapor ke kantor polisi masalahnya akan ribet dan kita sendiri yang akan susah dipanggil kesana kemari untuk saksi dan atomatis keselamatan tidak terjamin, menurut bapak apa yang harus kita buat...? tanya pak Salam.

"Jadi begini, sekarang POLRI telah meluncurkan layanan masrayakat yang bisa langsung terhubung dengan petugas di Polri jakarta, kita dapat menghubungi layanan ini cukup dengan menghubungi 110 dari hp kita, gak perlu kwatir berapa biayanya karena layanan ini gratis 24 jam untuk semua pelanggan operator, nanti setelah kita melaporkan hal ini maka akan di lanjutkan langsung ke wilayah polres tempat asal pengaduan, dan yang penting identitas kita di rahasiakan tapi diharapkan semua laporan kita memang benar. kesimpulannya jika kita mengetahui tindak kejahatan berupa perampokan, pencurian, transaksi narkoba dan lainya di sekitar kita dan kita bisa langsung telepon ke 110, semoga layanan ini bisa di manpaatkan dengan baik oleh masyarakat di indonesia untuk perduli terhadap lingkungan sekitar kita dari aksi - aksi tindakan yang melawan hukum." jelas pak Andi.
"Begitu ya, selama ini aku tidak tahu kalau ada layanan itu !" kata pak Madi.
Hampir semua pengunjung tertegun dengan penjelasan pak Andi yang memang berlatar belakang guru yang menjelaskan dengan gaya khas seorang pendidik.
"Saya setuju dengan penjelasan pak Tino tadi kalau pemerintah sudah seharusnya bertindak tegas tanpa pandangbulu terhadap kasus narkoba, setiap tindakan yang terbukti menyimpan dan mengedarkan narkoba di indonesia harus di vonis hukuman yang berat karena mereka ini merusak generasi muda kita. jika seseorang telah terjebak di lingkaran narkoba dan pecandu selain merusak diri sendiri menyangkut kesehatan tubuhnya juga pada saat keuangannya sudah tidak mendukung lagi untuk mendapatkan atau membeli narkoba ini maka orang tersebut akan melakukan tindakan yang nekat terutama terhadap keluarganya dulu contohnya mencuri uang orang tuanya dan sebagainya jika itu juga belum cukup maka seseorang akan melakukan tindakan yang lebih lagi contohnya merampok, itukan tindakan yang sangat merugikan masayarakat, banyak kasus yang tertangkap pihak polisi yang rata-rata pelaku kejahatan sedang terpengaruh narkoba. sudah pantas memang vonis pengadilan menjatuhkan hukuman mati untuk para pengedar narkoba di Indonesia, satu hal lagi Narkoba menjerat semua orang dengan semua lapisan masyarakat, dari orang yang kaya berkecukupan hingga orang yang hidupnya pas-pasan, jadi semuanya telah terjerat sekarang yang perlu untuk membentengi diri dan keluarga kita adalah memperkuat Agama masing-masing dan mendidik dengan keras pendidikan agama dan moral kepada anak-anak kita, saya rasa itulah yang perlu di dalam setiap keluarga saat ini".
(bersambung,,,,,,



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar